Quantcast
Thursday, March 11, 2010

Site Search

Tentang Patung Hiu Buaya, Monkasel, dan Tugu Pahlawan di Surabaya

Sekedar catatan ketika pergi ke Surabaya di bulan Maret lalu. Catatan ini juga pernah di publis di blog saya yang lama. Teman yang belum baca mungkin ada baiknya saya share kesan pertama berkunjung ke ibukota provinsi Jawa Timur itu. Bismillah.

Berangkat dari statsiun gambir pukul 09.30 WIB dengan  menaiki kereta Argo Bromo Anggrek tujuan Gambir – Pasar Turi. Sengaja saya memilih kereta Argo Bromo karena setelah membandingkan dengan jenis kereta lain yang sejurusan, seperti Gumarang dan Sembrani, Argo Bromo jauh lebih unggul.

Dengan rupiah sebesar 260,000 saya mendapatkan fasilitas minuman hangat, makan siang+air mineral, bantal, dan tentunya tumpangan yang alhamdulillah selamat sampai Pasar Turi pukul 20.00 WIB. Perjalanan sejauh 674 km itu terasa sekali melelahkan. Tetapi terbayar sudah saat kaki ini meginjak untuk pertama kalinya kota yang konon terkenal dengan insiden perobekan bendera belanda di hotel oranye oleh arek-arek berani mati.

***

Tujuan utama saya ke kota ini guna mengikuti pelatihan yang di dapuk dari kantor tempat saya bekerja. Berangkat bersama 3 kawan yang lain dan berupaya sebisa mungkin untuk menyelipkan waktu melihat-lihat isi kota Surabaya.

Patung Hiu Buaya Surabaya

Setelah dua hari diisi dengan pelatihan, hari ketiga baru bisa merasakan panasnya kota yang katanya terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Target pertama sesi jalan-jalan ini mengarah ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Yang saya tahu KBS merupakan salah satu tempat tujuan para wisatawan lokal maupun luar negeri saat berada di Surabaya. Jadi saya tak keberatan dan meng-iyakan ketika kawan yang lain mengajak kesana. Tepat di depan KBS terdapat patung ikan hiu (suro) dan buaya (boyo) yang menjadi simbol bagi kota Surabaya. Dibawah terik matahari saat itu, saya tak melewatkan jepretan kamera dengan latar patung kebanggaan kota  yang jumlah penduduk metropolisnya mencapai 3 juta jiwa.

Menurut catatan, Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia, terletak di jalan Setail No. 1 Surabaya. KBS merupakan kebun binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara, didalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, Pisces. 

***

Monumen Kapal Selam SurabayaTidak memikirkan hari yang saat itu panas, perjalanan dilanjutkan ke Monkasel. Mungkin sudah ada yang tahu Monkasel kependekan dari Monumen Kapal Selam–merupakan wujud asli dari eks KRI Pasopati 410, salah satu kapal selam TNI Angkatan Laut (AL) dari Satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur (Satselamartim). Menurut cerita Monumen kapal selam ini dibangun mulai tanggal 1 Juli 1995 dan diresmikan pada tanggal 27 Juni 1998 yang kemudian dibuka untuk umum mulai tanggal 15 Juli 1998. Letaknya di tengah Kota Surabaya, tepatnya di kawasan jalan Pemuda nomor 39 Surabaya. Sengaja saya tidak masuk kedalam Monkasel karena dilihat saat itu pengunjung sedang sepi-sepinya. Jadi sedikit malas untuk masuk kedalam kapal yang panjangnya sekitar 76 meter itu. Cukup melihat dari pelataran parkir dan menyempatkan mengambil gambar.

Setelah bertanya-tanya ke bapak penjaga parkir, fasilitas pendukung obyek wisata Monkasel menyuguhkan film layar lebar yang dilengkapi sound system double stereo. Ini untuk mendukung penayangan film berjudul “Monumen Kapal Selam” dan “Lebih Mengenal TNI Angkatan Laut”. Pemutaran film dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00. Pada hari biasa pukul 12.00 pemutaran film istirahat satu jam. Kepingin juga melihat kedua film itu, tapi rupanya waktu tidak memungkinkan mengingat hari itu masih ada satu tujuan lagi, Tugu Pahlawan.

***

Patung Proklamator Dan Tugu Pahlawan di SurabayaSingkat cerita sesampainya disana hari sudah mulai sore dan rintik hujan dari langit Surabaya turut mambasahi baju saya dan ketiga kawan lain. Terasa sekali nuansa patriotik ketika pertama kali melihat patung kedua proklamator RI, Pak Soekarno dan Pak Hatta sedang membacakan teks proklamasi.
Di sekeliling tugu ditanami bunga bougenvile dan kamboja berwarna merah dan putih. Kemegahan Tugu Pahlawan tampak dengan latar belakang bangunan berbentuk piramida yang dipakai untuk museum.

Tugu Pahlawan di SurabayaDibelakang patung kedua proklamator terdapat Tugu Pahlawan yang berbentuk paku terbalik dengan tinggi kira-kira 40 meter. Dibangun sebagai simbol arek-arek Suroboyo menghadang tentara Sekutu ketika hendak menduduki kembali Kota Surabaya. Sayang kala itu baterei kamera sudah lemah, jadi tidak sempat mengabadikan lebih banyak momen patriotisme yang ada didalam museum. Sayang sekali.

Kota Surabaya, kota yang panas, kota yang diisi penuh sejarah perjuangan bangsa. Saya berharap suatu saat nanti bisa jalan-jalan lagi di kota ini. Belum kenyang rasanya cuma jajan bakso diemperan, karena isi dompet yang sudah tipis. Sesaat sebelum pulang mampir dulu ke pasar atom membeli oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat.

***

Pulang ke Jakarta kembali naik kereta Argo Bromo Anggrek. Tepat pukul 20.00 kereta perlahan melaju dengan tujuan Jakarta. Menyisir utara pulau jawa yang memanjang. Tidak nampak apa-apa saat pandangan mata menatap keluar jendela, hanya hitam. Memutuskan tidur sepanjang malam adalah harga yang tepat setelah seharian berpeluh dengan keringat dan debu Surabaya.

Saat terjaga kira-kira pukul 5 pagi, dibangunkan oleh awak kereta yang memaksa menarik selimut untuk dikumpulkan. Sebenarnya saya kecewa karena saat itu pas sedang nikmat-nikmatnya tidur, mana dinginnya terasa sampai ke tulang. Tapi sudahlah, yang lain juga selimutnya ikut ditarik, jadi tidak hanya saya. Akhirnya sampai Gambir tepat pukul 09.00 WIB. Sayapun bersyukur bisa kembali menikmati hiruk pikuk kota Jakarta.

Wassalam…

Bagikan artikel ini :
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • LinkedIn
  • MySpace
  • PDF
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Live
  • RSS
  • Scoopeo

Tulisan Terkini :


Comments
Leave a Comment

Threaded commenting powered by Spectacu.la code.