Quantcast
Saturday, March 13, 2010

Site Search

Posts Tagged ‘pancasila’

Amanat Dan Khianat Dalam Buku Kholifah Bumi

Alhamdulillahirobbilalamin, pada akhirnya buku “Kholifah Bumi” spesial dari sahabat di Bandung sampai dalam genggaman. Terima kasih saya yang sebesar-besarnya untuk Kang Boed dan jika boleh jujur sebetulnya buku ini sudah lama tiba ke alamat, hanya saja saya baru pulang ke rumah dan baru kemarin sore membuka-buka dan membacanya.

Sepintas jika melihat sampul dan ketebalannya, buku Kholifah Bumi tidak akan cukup dibaca barang semalam atau dua malam, mengingat tebalnya halaman mencapai 400 halaman lebih. Kalaupun dibaca dengan gaya fast read ala seorang blogger :) , pasti hanya kulit-kulitnya saja yang didapat dari buku ini. Baca lebih lanjut : Amanat Dan Khianat Dalam Buku Kholifah Bumi

Blogger Award Community

Blogger Award Comunity

Blogger Award Comunity

Pemberian dari Blog Muria atau yang jika berkomentar biasa meninggalkan jejak dengan nama Cah Ndeso. Juga saya dapatkan dari blognya Mas Tomi Purba. Terima kasih ya Mas Cah Ndeso sama Mas Tomi. Maap sekali awardnya baru saya posting mengingat dalam seminggu ini banyak sekali pekerjaan lapangan yang harus saya selesaikan (curhatdotinfo).

Belum lagi menghadiri dan membantu pembukaan LEYSBOOK miliknya Kang Yayat Arkasala, waduh lumayan campur aduk minggu ini. Tapi alhamdulillah bawaan hati tetep seneng.

Apalagi dapat kabar dari orang dirumah kalau buku Kholifah Bumi kiriman paket kilat dari Kang Boed di Bandung sudah sampai. Baca lebih lanjut : Blogger Award Community

Mailing List | Menuju Indonesia Cerdas Mandiri Kreatif Bersama Word Smart Center

Menuju Indonesia Cerdas Mandiri Kreatif Bersama Word Smart Center

Meski secara wawasan saya masih “hijau” dan tak punya pengetahuan yang mumpuni untuk hal kenegaraan, pada posting yang lalu saya menyempatkan untuk urung rembug mengenai pancasila sebagai jati diri bangsa yang akhir-akhir ini nilai spiritualisme mulai memudar, hanya sebatas angan-angan, dan mulut belaka.

Sebagai langkah awal untuk bisa memulihkan kembali jati diri bangsa yang sejatinya adalah berprinsip yang berlandaskan, bermartabat, disegani warganya juga dunia, maka ada baiknya kita perbaharui diri sendiri terlebih dahulu, baru bangsa kemudian. (Urun rembug sumbangsih dari Mbaq Zee).

Tentunya memperbaharui diri sendiri itu bukan hal yang gampang, perlu komitmen yang kuat yang memang datang dari keinginan pribadi, bukan karena dipaksa si Anu atau si Ini. Salah satu kuncinya dengan banyak belajar, minimal membaca. Beruntung yang Baca lebih lanjut : Mailing List | Menuju Indonesia Cerdas Mandiri Kreatif Bersama Word Smart Center

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia?

Garuda Pancasila

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia… Jika pribadi perhatikan maka untuk sebagian kalangan merupakan sebuah kesimpulan, tapi sebagiannya lagi malah masih dalam tanda tanya.

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia sudah merupakan kesimpulan jika dan hanya jika orang tersebut memahami betul arti sebuah PRINSIP. Prinsip merupakan pokok pangkal, landasan, sumber pertimbangan berkait dengan sebuah tindakan yang akan diambil.

Sebuah prinsip akan bersemayam dalam diri seseorang dan menjadi pola pikirnya. Perilakunya yang terlihat secara kasat mata adalah pengejewantahan dari sebuah gagasan yang mengandung nilai kebenaran. Karena pada dasarnya sebuah prinsip memiliki nilai kebenaran. Adapun prinsip yang pada akhirnya membinasakan orang bersangkutan, maka itu bukanlah prinsip tapi “kesimpulan pribadi yang menyesatkan”. Baca lebih lanjut : Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia?