Sosok Ibu Dimataku

2009 December 2
by casrudi

Mungkin di dunia ini tak ada yang pernah memahami hati dan perasaan seorang Ibu itu seperti apa, kecuali dia seorang perempuan yang pernah melahirkan. Dalam kesempatan kali ini ijinkan saya untuk berurai kata tentang sosok seorang Ibu.

Di mata saya sosok ibu adalah seseorang yang paling pandai menyembunyikan kegelisahan, keresahan, kepenatan, dan perasaan negatif lainnya dihadapan putra dan putrinya. Karena mungkin naluri seorang Ibu yang begitu adanya, memancarkan rona cinta yang bersemayam kala senang ataupun sedih. Sampai terkadang kesabaran seorang Ibu melampaui garis batas ketika menutupi segala kepahitan dengan menelannya bulat-bulat.

Ibu adalah permadani mata air cinta yang menyemburkan kesejukan meski dalam kemarau sekalipun. Kasih sayang Ibu membentang luas melebihi angkasa raya. Ibu bersinar bak matahari dunia, meresap kehangatan sampai ke pori yang terdalam. Ibu adalah segalanya, merawat dan membesarkan tanpa pamrih sepeserpun.Tak pula meminta air susu yang dulu pernah diberikan untuk kembali lagi, selalu Ibu di bumi, dan Kau di langit, Nak !.

Ibu adalah bumi untuk surga kehidupan. Menancapkan sari pati kehidupan dengan bahasanya sendiri. Usap lembut tangannya tak akan pernah lekang dan menghilang. Saat bertemu titik nadir kehidupan maka bahasa Ibu lah yang akan berbicara. Naluri seorang Ibu akan senantiasa mendorong anaknya bangkit dari lembah terbawah bumi ini. Ibu adalah kekuatan maha dahsyat.

Sejatinya saya tak cukup faham untuk memahami hati dan perasaan seorang perempuan, sekalipun perempun itu bernama ibuku yang telah melahirkan 26 tahun silam. Ibu terlalu mulia, hampir tak pernah melihat kesedihan terpancar walaupun gamang sedang menerpanya. Ibu adalah terindah, tersenyum sekalipun keadaan memaksanya untuk lara.

Tatkala malam menjelang saya suka memimpikan Ibu membawa secangkir teh hangat untukku. Tergopoh-gopoh dibuatnya hanya untuk menyenangkan anaknya. Tapi tak apalah, banyak kisah yang menerangkan kehebatan dan kesabaran seorang Ibu. Mencarikan anaknya uang untuk biaya sekolah sampai mengais rejeki dipinggir jalan raya umum untuk anaknya bisa meminum segelas susu. Ibu terlalu perkasa sekalipun renta. Energinya masih kalah jauh dengan anak-anaknya, tapi itulah Ibu, senantiasa membumi, menyusui, merangkul segenap cinta tanpa Ia sadari bahwa Ia telah rapuh dan lelah.

Dan untukmu Ibu yang kini sedang jauh dimata, selamat Hari Ibu pada saatnya nanti (walaupun sebenarnya engkau tak pernah tahu apa itu Hari Ibu),  Doa seorang anak untuk kedua orang tuanya selalu aku panjatkan.[spoiler]

Allahummaghfirli dzunubi wali walidayya warhamhuma kama robbayani shoghiro, amin

[/spoiler]

58 Responses leave one →
  1. December 9, 2009

    kang cas, artikel ini sdh terdaftar kok dan pernah di-publish di artikel ini : http://guskar.com/2009/12/06/mereka-yang-minum-teh-bersama-ibu-3/
    komentarnya sabar nunggu pas karnaval berlangsung ya he..he..
    terima kasih atas partisipasinya kang

  2. December 10, 2009

    *aku segera telepon mama ku .

    btw, tadi pagi mama kasih duit saku.. wkwk padahal aku tadi bilang gak usah karena masih ada sisa duit.

  3. December 10, 2009

    jadi inget Ibu, jadi pengen cepet pulang, hmm… cepet pulang ah…

  4. December 10, 2009

    aamiin…

  5. December 12, 2009

    Subhaanallah, indah sekali rangkaian kata ini…

  6. December 12, 2009

    Indah sekali kata-katanya Kang… diiringi denting piano… saya jadi terharu… Terima kasih sudah mengingatkan kita semua akan arti seorang ibu…. I Love You Mom….
    PS. semoga menang kontesnya ya Mas…

  7. December 13, 2009

    Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

  8. December 21, 2009

    Kasih ibu sepanjang masa … kasih anak sepanjang galah. jadi ingat alharhum nih.. selamat hari ibu ya

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS