Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia?

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia… Jika pribadi perhatikan maka untuk sebagian kalangan merupakan sebuah kesimpulan, tapi sebagiannya lagi malah masih dalam tanda tanya.
Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia sudah merupakan kesimpulan jika dan hanya jika orang tersebut memahami betul arti sebuah PRINSIP. Prinsip merupakan pokok pangkal, landasan, sumber pertimbangan berkait dengan sebuah tindakan yang akan diambil.
Sebuah prinsip akan bersemayam dalam diri seseorang dan menjadi pola pikirnya. Perilakunya yang terlihat secara kasat mata adalah pengejewantahan dari sebuah gagasan yang mengandung nilai kebenaran. Karena pada dasarnya sebuah prinsip memiliki nilai kebenaran. Adapun prinsip yang pada akhirnya membinasakan orang bersangkutan, maka itu bukanlah prinsip tapi “kesimpulan pribadi yang menyesatkan”.
Dan supaya terhindar dari kesimpulan pribadi yang menyesatkan maka sebuah prinsip setidaknya mengacu pada SATU LANDASAN. Banyak landasan hanya akan membuat seseorang linglung alias plin-plan.
Landasan untuk pemeluk agama Islam adalah Alquran dan Alhadits. Sebuah landasan yang menjamin kehidupan Rahmatan Lil-’Alamin.
Landasan untuk bernegara? Tepat pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno almarhum mantan presiden RI pertama mengatakan kalau sila-sila dalam PANCASILA itulah prinsip-prinsip kehidupan bangsa Indonesia. THE FIVE PRINCIPLES dalam bahasa inggrisnya. Dengan demikian maka sila-sila dalam Pancasila memberikan corak pada pola fikir dan pola tindak bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahannya.
Ketika ada sahabatku resah dalam menyikapi membiasnya jati diri dan kepribadian sebagai bangsa maka resah pula jiwaku… Negara Indonesia adalah Negeri Timur yang sarat dan penuh dengan nilai nilai budaya ketimurannya.. Negara SPIRITUALISME dan tradisi dan adat istiadat berbudi pekerti luhur penuh sopan santun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.. tetapi akhir akhir ini nilai spiritualisme hanya sebatas angan angan dan mulut belaka… sehingga miris sungguh miris sekali kita mulai menjadi manusia individualistis yang siap untuk bertarung sikut sana sikut sini hanya demi pencapaian tujuan.. Krisis Moral yang terjadi saat ini.. Krisis Multi Dimensi.. Bencana Alam dan Musibah berkepanjangan..
Maka tak ada salahnya ketika sesekali diri ini melepaskan egoisme, kembali pada prinsip yang berlandasan. Sifat alami manusia adalah pembangkang, percaya diri berlebih, keakuan yang tinggi, namun kiranya untuk menyelamatkan bangsa dari keterpurukan mari lucutkan segala atribut buruk yang membelenggu. Jadikan sila-sila dalam Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia. Galang suara kalau Indonesia negara yang berdaulat. Negara yang warganya punya toleransi tinggi. Saking tingginya belakangan baru tersadar ada banyak aset negeri yang diincar tetangga. Pastikan hal itu tak akan terjadi lagi jika kita satu padan dalam berprinsip dan berpedoman pada lima dasar.
Kini saatnya kita merasakan kalau kita adalah bagian dari kelompok orkestra, kita sebagai pemain berpegang pada partitur yang tersedia, dan kita memainkan instrumen dengan taat, tepat dan benar, maka insha Alloh suasana seimbang tepat, jadi nikmat, indah juga damai. (Amin)
==============================================================
Referensi :
- http://lppkb.wordpress.com/pancasila-prinsip-dan-nilai/
- http://syamsuri149.wordpress.com/2008/05/03/rahmatan-lil-%E2%80%98alamin-tujuan-risalah-nabi-saw-bagian1/
Kredit Gambar : Garuda Pancasila @ flickr.com
Trackbacks and Pingbacks
- Mailing List | Menuju Indonesia Cerdas Mandiri Kreatif Bersama Word Smart Center | cas on the blog
- Pancasila Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | KangBoed
- Pengumuman Non Kontes Pancasila Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | KangBoed
- Dua Buku Motivasi Keluarga « Batavusqu
- Kholifah Bumi Sebagai Penghargaan Mengembalikan Jati Diri « CITRO MADURA
- Amanat Dan Khianat Dalam Buku Kholifah Bumi | cas on the blog
- Membangun Karakter Dan Kebiasaan | cas on the blog



Iya mas analogi yang sangat masuk akal..
Salutt..
weh ikutan juga. Alhamdulillah.
Kini saatnya kita merasakan kalau kita adalah bagian dari kelompok orkestra, kita sebagai pemain berpegang pada partitur yang tersedia, dan kita memainkan instrumen dengan taat, tepat dan benar, maka insha Alloh suasana seimbang tepat, jadi nikmat, indah juga damai. (Amin).
Kata-kata tersebut saya suka sekali dan saya sepaham Kang.
Saya juga ikutan dalam rangka menyukseskan kenduri KangBoed juga sebagai seorang kawan. Namun entah registrasinya kok ya belum diperiksa he he.
Trims Kang Cas, salam sukses selalu.
Pancasila banyak yang telah melupakannya.
Tulisan ini lumayan menohok, hehehe…
Mengingatkan saya bahwa manusia memang terlalu sering mengedepankan sifat manusiawinya, egois, arogan, sediki-sedikit “aku.”
Jati diri bangsa? Hmm… harus mengembalikan jadi diri sendiri dulu baru bangsa
indah betunl kang….
kita ternyata sedang bermain orkestra ya…
apabila masing2 kita berperan sesuai dgn tugas dan fungsinya dgn benar dgn berlandaskan pada landasan yg telah ditetapkan maka, oh sungguh betapa indah, harmoni yg tercipta….
Salam Hangat,
AbulaMedia.com
Manstaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbsss.. ma kasih yaaaak.. dah turut meramaikan urun rembugnya..
tapi teteeeeeeeeeeeeeppppp..
saya nebeng..
pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaxxzzzzzzzzzzz
sampe kelimaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaxxzz.. uenaaaaaaaaaaaaakkkeee puoooooolllllll
HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
Menyapa sahabatku chayank..
MAAF..
Baru jalan jalan dan keliling lagi.. pokoknya saya ngabsen dulu yaaaa.. masih banyak tugas keliling maklum habis istirahat tugas banyak yaaaa.. harap di persorry..
salam sayang
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Apakah ini diikutkan lombanya Jin Putih mas Cas?
Kalo iya semuga menang dah
Pancasila merupakan nilai2 budaya bangsa, yang skrng perlahan-lahan mulai pudar seiring dengan perkembangan jaman juga banyaknya budaya asing yg begitu dahsyatnya masuk. Ayo kembalikan jati diri bangsa
Ayo mas mojok, saiki jin botol wis kapok nek mojok
semoga pancasila bukan menjadi barang usang di negeri ini.
kalimat pada alinea akhir tulisan, sangat saya suka dan menjadikan saya merenung.
ternyata memang sebagian dr kita masih saja tdk mau ikut dlm lantunan orkestra yg indah,
hanya krn ego yg tinggi, dan rasa angkuh yg merasa diri lebih dr yg lain.
Salam.
Awal-awal paragraf terus terang mengingatkan Putri pada pelajaran Pendidikan Pancasila waktu di SMU dulu…
But..Put setuju dengan komen2 yang lain..
Paragraf terakhir menutup tulisan ini dengan ‘harmonisasi’ yang indah…
Great Post, mas !!
pancasila… tetap sakti, walau banyak yang lupa lagunya… perlu digalakkan lagi nih penataran P4 (singkatan apa tuh???)… salam pancasila… hehehe…
sedj
http://sedjatee.wordpress.com
nyundul sapa mas…? hehe/// ketauan nie… btw, sy disundul juga donx…
hahahaha.. lagi sibuk mas Wandhi..
SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUU sama Bundo
hehehehe USANG enda yaaaa.. cuma LUPA doang
hehehehhe.. masih ingat yaaaaaaa.. bagus dunk
hehehhehehehehehehhehe..
maksudnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
kalo bener2 diamalkan secara serius & konsekuen Pancasila bener2 bisa jati diri bangsa.
wah, ikutan kontesnya kang boed ya?
saya masih bingung mo nulis apa tentang pancasila. ada beragam pandangan mengenai pancasila. terutama pada masa2 sebelum penetapannya.
lagipula, mengapa mencari yang tak sempurna bila ada yang dijamin telah purna?
ya saya stuju sekali kalau panca sila sebagai jati diri bangsa cas…
btw, boleh mampir ya kl aku ke AB..?
Setuju banget mas, kalo pancasila sebagai dasar negara kita istilahnya pondasi negara…
Wah iya.. samaan sama Kang Boed nih
Hidup Pancasila lah…
Pancasila harus dikembalikan kewibawaannya…
skrg nasibnya menyedighkan…
garudaku yg gagah… ayo terbang terbaaaang
Tong bujeng2 pancasila buatan manusia, kana Quran ge tos seueur nu hilap
Garuda di dadaku… Garuda kebanggaanku..
hayo…ada yang masih ingat dari sila pertama sampai sila kelima
dari dolo ampe sekarang saya masih suka keblepotan kalo ngomong sila keempat
dengan memiliki landasan yang kuat maka apapun penghalangnya akan bisa di hadapi, tapi sayang banyak yang lupa ama pedoman pancasila
selain landasan, pedoman, dan temen2nya…Pancasila juga merupakan tujuan to yo kang…
Mantaps, memang kita harus mampu memperjuangkan jati diri yang telah luntur di negara ini. Pokoknya maju terus…
Hmmm ….. menggugah paparannya.
Hehe….lagi nyari ide baut ikutan urun rembugnya kangBoed, ketemu disini.
btw, saya dengar sobat masuk menjadi salah satu di Kabinet Blogger Indonesia Bersatu, selamat yak.
nebeng juga
Salam kenal.
Pancasil sebagai way life bangsa jangan dihilangkan begitu saja walau tak perlu mendewa-dewakan.Sila Ketuhanan yang Maha Esa sesungguhnya memberikan pondasi yang kuat bagi kehidupan kita agar keimanan dan ketaqwaan kita semakin kokoh kuat. Demikian pula sila-sila yang lain, jika dilaksanakan dengan baik dan benar akan membawa bangsa ini kearah yang labih baik.
Salam hangat dari Cimahi.
Masih inget lah Pak…
Lha wong kita satu kelas pernah di-semprot ama guru PPKN karena nilai Pancasila kami yang Naudzubillah…
he..he…
Selamat berlomba…
Didukung waelah…
Selamat liburan Om…
Mari kita ramaikan …
boro2 ngamalin, kali malah ada yg dah ga’ apal pancasila yaach… ck..ck..ck…
Setuju, pancasila adalah harga mati ya…
saya juga setuju.. hehehe..
postingan yg bagus sekali, mudah2an bermanfaat bagi kita anak bangsa…amin
salam, ^_^