Quantcast
Friday, March 12, 2010

Site Search

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia?

Garuda Pancasila

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia… Jika pribadi perhatikan maka untuk sebagian kalangan merupakan sebuah kesimpulan, tapi sebagiannya lagi malah masih dalam tanda tanya.

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia sudah merupakan kesimpulan jika dan hanya jika orang tersebut memahami betul arti sebuah PRINSIP. Prinsip merupakan pokok pangkal, landasan, sumber pertimbangan berkait dengan sebuah tindakan yang akan diambil.

Sebuah prinsip akan bersemayam dalam diri seseorang dan menjadi pola pikirnya. Perilakunya yang terlihat secara kasat mata adalah pengejewantahan dari sebuah gagasan yang mengandung nilai kebenaran. Karena pada dasarnya sebuah prinsip memiliki nilai kebenaran. Adapun prinsip yang pada akhirnya membinasakan orang bersangkutan, maka itu bukanlah prinsip tapi “kesimpulan pribadi yang menyesatkan”.

Dan supaya terhindar dari kesimpulan pribadi yang menyesatkan maka sebuah prinsip setidaknya mengacu pada SATU LANDASAN. Banyak landasan hanya akan membuat seseorang linglung alias plin-plan.

Landasan untuk pemeluk agama Islam adalah Alquran dan Alhadits. Sebuah landasan yang menjamin kehidupan Rahmatan Lil-’Alamin.

Landasan untuk bernegara? Tepat pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno almarhum mantan presiden RI pertama mengatakan kalau sila-sila dalam PANCASILA itulah prinsip-prinsip kehidupan bangsa Indonesia. THE FIVE PRINCIPLES dalam bahasa inggrisnya. Dengan demikian maka sila-sila dalam Pancasila memberikan corak pada pola fikir dan pola tindak bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahannya.

Ketika ada sahabatku resah dalam menyikapi membiasnya jati diri dan kepribadian sebagai bangsa maka resah pula jiwaku… Negara Indonesia adalah Negeri Timur yang sarat dan penuh dengan nilai nilai budaya ketimurannya.. Negara SPIRITUALISME dan tradisi dan adat istiadat berbudi pekerti luhur penuh sopan santun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.. tetapi akhir akhir ini nilai spiritualisme hanya sebatas angan angan dan mulut belaka… sehingga miris sungguh miris sekali kita mulai menjadi manusia individualistis yang siap untuk bertarung sikut sana sikut sini hanya demi pencapaian tujuan.. Krisis Moral yang terjadi saat ini..  Krisis Multi Dimensi.. Bencana Alam dan Musibah berkepanjangan..

Maka tak ada salahnya ketika sesekali diri ini melepaskan egoisme, kembali pada prinsip yang berlandasan. Sifat alami manusia adalah pembangkang, percaya diri berlebih, keakuan yang tinggi, namun kiranya untuk menyelamatkan bangsa dari keterpurukan mari lucutkan segala atribut buruk yang membelenggu. Jadikan sila-sila dalam Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia. Galang suara kalau Indonesia negara yang berdaulat. Negara yang warganya punya toleransi tinggi. Saking tingginya belakangan baru tersadar ada banyak aset negeri yang diincar tetangga. Pastikan hal itu tak akan terjadi lagi jika kita satu padan dalam berprinsip dan berpedoman pada lima dasar.

Kini saatnya kita merasakan kalau kita adalah bagian dari kelompok orkestra, kita sebagai pemain berpegang pada partitur yang tersedia, dan kita memainkan instrumen dengan taat, tepat dan benar, maka insha Alloh suasana seimbang tepat, jadi nikmat, indah juga damai. (Amin)

==============================================================

Referensi :
- http://lppkb.wordpress.com/pancasila-prinsip-dan-nilai/
- http://syamsuri149.wordpress.com/2008/05/03/rahmatan-lil-%E2%80%98alamin-tujuan-risalah-nabi-saw-bagian1/

Kredit Gambar : Garuda Pancasila @ flickr.com

Bagikan artikel ini :
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • LinkedIn
  • MySpace
  • PDF
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Add to favorites
  • Live
  • RSS
  • Scoopeo

Tulisan Terkini :


Comments
1 2
Leave a Comment

Threaded commenting powered by Spectacu.la code.