Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Pepatah atau peribahasa ini kurang lebih menggambarkan kalau suatu adat istiadat di suatu daerah belum tentu sama dengan daerah yang lainnya. Setiap daerah memiliki adat yang berbeda-beda, tata kota yang berbeda, aturan yang berbeda, bahkan konon katanya selera yang di cap lidahpun akan berbeda.
Untuk saya yang pertama kali menginjakan kaki di kota Batam dan tinggal untuk beberapa saat tentu pada awalnya akan merekam segala bentuk perbedaan, terutama adat istiadat didaerah setempat. Saya sedikit kurang beruntung karena dapat penempatan di Batam kotanya, andai saja sedikit ke kelurahan atau pedesaannya mungkin akan mengenal lebih dekat budaya asli masyarakat disini.
Aneh juga rasanya, selama ini tinggal di Jakarta yang semua pada tahu, kota yang terkenal dengan biang macet disetiap sudutnya. Berbeda sekali dengan Batam yang jauh dari istilah macet. Kalaupun kejadian macet alias kepadatan kendaraan dijalan, saya kira hal itu akan terjadi dibeberapa tahun kedepan. Kenapa tak terjadi kemacetan? Pertama karena belum ada bus dalam kota dan terutama belum ada bajaj yang knalpotnya sering keluar (maap) kentut udara segar. Kedua jalanan disini masih lebar dan terus ditambah aksesnya. Setiap ruas terus dibenahi dan disana sini diperlebar. Yang sebelumnya dalam satu jalan dilalui dua arah kendaraan kini sedang diupayakan satu jalan untuk satu arah kendaraan (One Way). Beruntung Batam karena belum terlalu banyak kendaraan sehingga rasio antara jalan dengan kendaraan masih besar.
Jadi sebenarnya panjang lebar bercerita tuh saya cuma mau kasih unjuk dua gambar dibawah ini.

Nampak Dari Luar

Nampak Dari Dalam
Ceritanya ketika hendak makan nampak dari jauh warung nasi padang ini terlihat tutup. Karena yang saya tahu tempat makan satu-satunya hanyalah tempat ini, maka saya ikutin jempol kaki untuk melangkah mendekat.
Tahunya memang rumah makan ini sengaja ditutup karena pas kebetulan saat itu sedang waktunya Salat Jum’at. Diluar saya yang tidak salat Jumat, saya masuk dari pintu samping dan memesan sepiring nasi plus lauknya telor dadar ditambah minumnya es teh manis. Sedaaap…
Jadi membayangkan ditempat lain, saya pikir cuma di Bulan Ramadhan saja yang warung2 di tutup pada siang hari, ternyata ada tempat dibelahan bumi ini yang teramat menghargai Waktunya Salat Jumat, walaupun pada kenyataannya masih menerima pelangggan yang hendak makan.
Disinilah letak LLLB LLLI – Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya, kalau ditempat lain ada engga yah?….



ngomong2 Kang Cas termasuk yg nggak ikutan jum’atan ya….
salam.
selamat datang di pulau kecil kami mas, semoga betah
B A T A M = Bila Anda Tabah Anda Menang
Ngomong2 tuh rumah makan deket dari tempat kerja saya
hhehehe
Wilujeng sonten oge .. sadayana..!
Kunjungan silaturahim..lagi..
tengok kesehatan sobat di Batam.
dlm lingkungan yg tenang dan nyaman..
Semoga selalu dlm lindunganNYA.
Salam.
Jadi ingin di traktir sama @kang Casrudi euy…
Wah, pengin ke Batam juga tapi belum keturutan.
Murid saya banyak yg di sana.