Kurang Dari Sebulan Sepeda Baruku Rontok
|
Oleh : Casrudi
|
 
Dipublikasikan pertama kali 31 Jan 2010 pada pukul 03:56 WIB
Kategori &rarr Kontes Nulis Respon &rarr 78 komentar |
Balik ke masa lalu di hampir penghujung tahun 90an, tepatnya tahun 1998. Usiaku masih 15 tahun dan sedang asik-asiknya belajar di bangku SMP. Sekolahku disana hanya ada di kecamatan, sementara aku tinggal di desa yang cukup terpencil. Setiap hari pergi ke sekolah dengan berjalan kaki kurang lebih 8 km pulang dan pergi. Cukup melelahkan, belum lagi kalau cuaca panas sekali, atau tatkala musim hujan tiba. Saya dan teman-teman terkadang basah kuyup dibuatnya.
Di tahun-tahun itu sudah banyak teman dan anak tetanggaku yang berangkat ke sekolah menaiki sepeda, yang memilik sepeda motorpun sudah ada satu atau dua orang. Hanya aku dan beberapa teman lain yang rajin jogging setiap pagi (baca jalan kaki) menuju ke sekolah. Rata-rata keluarga kami berekonomi biasa saja, terkesan sederhana, dan menumpu-kan kebutuhan keluarga dari sektor pertanian. Sehingga status bersekolah sampai tingkat SMP bisa dikatakan sesuatu yang dianggap hebat. Kami sering diajari bagaimana susahnya mencari uang. Orang tua kami terkadang men-camkan anak-anaknya untuk bersekolah dengan baik, tanpa harus menuntut ini dan itu.
Sebagai anak tentu aku manut dengan nasihat orang tua, walau terkadang muncul keinginan untuk mengajukan sesuatu. Seperti, “Bu, pengen aku dibelikan motor, kan malu temen2 ngeledekin berangkat sekolah jalan kaki”. Dipikir lagi itu tidak baik. Tidak baik menuntut sesuatu pada orang tua, yang belum tentu mampu untuk mengabulkannya.
Namun, yang namanya orang tua terkadang memiliki six sense, indra ke enam untuk memahami hati dan perasaan anaknya. Ibulah yang pertama kali melihat sinyal kalau aku butuh sesuatu untuk mempermudah pergi dan pulang sekolah. Tidak hanya itu, Ibu juga tahu kalau aku sering menghayalkan sepeda baru, seperti milik anak tetangga sebelah. Waktu itu sedang booming sepeda merek federal, sepeda yang terkesan macho dan memang teruntuk laki-laki. Di bawah sadel terbentang pipa besi bulat memanjang sampai ke stang. Kemudian giginya bergergi dan bertingkat-tingkat. Aku sebut itu Sepeda Gigi.
Dan, rupa-rupanya Ibu teramat sayang padaku. Dibelikannya aku sepeda dari hasil menjual emas miliknya. Entah apa yang ada dipikiran ibu, aku tahu ibu hanya memiliki beberapa emas, tidak banyak. Sementara harga sepeda waktu itu sudah terbilang mahal, sekitar 70 ribuan. Tahun ‘98 uang 70 ribu mungkin kalau di konversi ke nilai sekarang bisa 400 ribuan, sesuai dengan harga sepeda yang sejenis pada saat ini.
Sejak saat itu hadir dirumahku sepeda gagah yang ibu belikan untukku. Pulang dan pergi ke sekolah tak lupa aku naiki. Hanya saja, karena teman-temanku masih juga berjalan kaki, ku coba sepedaku dinaiki 4 orang sekaligus. Dan hasilnya amazing, sepedaku rontok dalam rentan waktu kurang dari sebulan. Wakakak…. Maapkan aku Ibu…. Bukan tak menghormati pemberianmu, namun maklumilah kalau aku masih kecil waktu itu, masih terlalu lugu untuk tidak berbuat hal yang konyol. Baiknya teman-temanku bertanggung jawab memperbaikinya.
Sekelumit kisah tentang sepeda, entah lucu, entah pahit, entah mengharukan, hanya untuk memeriahkan Humberqu punya acara.
Credit foto : Nicowijayadua @ Flickr.Com
Tags: Bersepeda, cas, casrudi, casrudi.com, cerita orang bersepeda, cerita sepeda tua, cerita tantang sepedaku di masa kecil, foto, Hikmah, Ibu, Jalan Kaki, karangan tentang guru, Kasih Sayang Ibu, Sepeda, Sepeda Tua, SMP
Tulisan Terkini :
Categories
- Adsense (2)
- Award (7)
- BelajarNulis (19)
- Blog (15)
- Plugin (2)
- Buku (6)
- Kontes Nulis (4)
- kopdar (1)
- Manfaat Blog (2)
- Nasihat Bijak (2)
- Opini (17)
- Paid Review (1)
- Umum (11)
- Utak Atik dan Trik (11)


Saya dulu semenjak kelas dua SD minta sepeda tapi enggak kesampaian sampai2 sering terbawa mimpi. Semoga sukses kang. nanang´s last blog …Download Aplikasi Muslim untuk Ponsel
Selamat pagi & selamat bersepeda
Selamat bersepeda pagi..
salam gowes..
ikut dunk..
wah ikut memeriahkan juga ya kang,,, selamta…
selamat pagi dan selamat ahri minggu,,
salam hangat selalu
Selamat hari minggu juga dai sayahhh kang
Selamat hari Minggu
Selamat liburan..
ber olah raga dengan Sepeda..
Sehat.
Dan kuat..!
Di naiki 4 orang sekaligus ya cepat gempor to mas tuh sepeda barunya.
rontok tinggal dikiloin aj koq Mas.. hee..hee..
Hmm oke deh selamat mengikuti kontes pengalaman mengesankan bersepeda …Free E-mail berdomain keren
Wilujeng ikutan acaranyah kang…
SUkses
hatur nuhun kang Dedekusn Dot Kom
sami sami Kang..
@Kang Saka: Piss
@Kang EMbun: Thankssssss U, eta katingali kasepna ayeunamah
Saya bisa merasakan punya sepeda malah ketika masuk SMA…
SD dan SMP jalan kaki.
Semoga Mas Cas memenangkan kontes/lomba ini…
naik sepeda dng banyak org di atasnya mengingatkan saya pada adegan sirkus..
**sayangnya sepedanya keburu rontok, sebelum ditambah jumlah penumpangnya
Kang Cas memang baik hati, tidak tega bersepeda sendirian sementara teman yg lain berjalan kaki.
Ibu pasti bangga punya anak seperti Kang Cas.
Selamat ya Kang, semoga sukses diacaranya Mas Zipoer.
salam.
setir satu orang,badan sepeda satu orang jok sepeda dua orang dan belakang satu orang
lebih semakin mantap jika orang mas
ga sebulan lagi.tapi ckup 1 minggu sudah rusak
salam hnagat mas
Salam Kang Carsudi, ikutan dengan mas Isro Juga neh…kenangan bersepeda memang selalu menyenangkan kang….
Itu masih mending gan, gw pernah baru 5 menit setelah beli langsung rontok… beli sepeda bekas sih
untung Bundo ga ikutan bonceng juga.. bisa-bisa cuman sehari udah rontok sepedanya Rudi
cerita dan fotonya bagus, sukses ya di acara humberqu.. biasanya rudi pasti menang.
Rasa setia kawan yg patut diacungi jempol..meski harus berkorban sepeda baru..hehe
menarik sekali ceritanya.. Moga sukses dgn sepeda onthelnya ya mas…
Salam hangat dan damai selalu…
Bersama komen ini kami mohon info dan masukan pada blog kami yang saat ini sedang sakit, mungkin diantara teman nara blog punya solusi dan obatnya
Terima Kasih
Salam Hangat
Mas Cas emang setia kawan, rela menumpangi sepedanya sampe 4 orang gitu. saya ngebayangi ke 4 orang itu duduk di mana aja. empit empitan dong….
mau tanya tentang ambil gambarnya dong (keren abis bang, naturally)…
berarti kang cas orang nya baik hati, ramah dan setia kawan, pengalaman bersepeda di masa kecil memang gak bakal terlupakan
baru OL saya Maaf kawan.
Sekalian kujemput artikelnya yah.
Trims sekali.
Salam hangat selalu
Blogwalking di kala leuleus bertempur wkkkkkk
waaaakakakakkaakakakakak
salamat malam kang Cas yang rontok… (sepedanya)
8 KM ST.JATINEGARA – SUNTER
*8 KM ST.JATINEGARA – SUNTER
*
Pasti hanya ada di ‘KONENGAN’ heuheu…
Alhamdulillah komeng saya dikandangan kabeh ku ki ismet…
wah kontes seo ya kang…
baru sy dengar ternyata speda jg bs rontok, coba pake clear ato sunsilk
Wah masih terbayang betapa gagahnya pakai sepeda. Dengan sedikit senyuman meledek teman yang berjalan kaki terus mengayuh dengan PD-nya. Tos beger can Kang harita ?
Punten we , pedah tos lami teu pendak, jadi hoyong heureuy.
Didu’akeun sing sukses ngarawu dolar , tong hilap ka jalmi miskin di Cianjur.
Tos ah nya.
[...] Kurang Dari Sebulan Sepeda Baruku Rontok [...]
Kunjungan baca2 cerita unik sepedanya urang Cibibngbin
kunjungan perdana..
salam kenal dan semoga sukses beli sepeda barunya.
ceritanya lucu tapi mengharukan juga Kang..
pokoknya saya dukung
Semoga sukses jadi pemenang..
Salam.
saya kira cuman rambut yang isa rontok sepeda pun bisa yaw hehe lucu juga
berkunjung n ditunggu kunjungan balikna makasih
Wah tahun 98 saya sudah ikut gerakan penumbangan Soeharto!
Sepeda federalnya (yang digambar) itu made in mana?
Setahu saya nggak ada yang model kaya’ gitu
itumah federal made in kuningan cibingbin
Kalo artikelnya pakai be-ha-es Indonesia gini, saya jadi mengerti!
malah abdimah teu ngartos … upami cerita tentang artos pasti ngartos
Iraha deui nyarios masalah artos? diantos…
saking baiknya hingga mengorbankan gigi sepeda. Selamat mengikuti lomba ya
pengalaman bersepedah … bakat buanget jadi penulis cerpen nih..
wilujeng kang sareng sapedah bututnyah
mmm,pengalaman yg menarik …
tp memang spertinya alur ceritanya yg juga membuat menarik …
ada bakat neh kang buat penulis cerpen …
Kunjungan pawewengi… ningali nungaoel sapedahhhh
ngiring Kang nyaa..??
Komenku ada yang katewak si Aki… kaluarkeun kang!
duh ! katewak kang ?
bandel tu si Aki Aksimet malem..
gimana cepet penyet kang, dinaikin 4 orang …
kalau bisa teriak udah jerit-jerit tuh ..
betul mas kacian cepedahnya ya..
kalo saja sepeda punya mulut…??
pasti dia udah teriak dia..
tolong2 daku gak kwatt..!! getooh…
hahahahaa… ada-ada aja mas Rudi ini. Mosok 1 sepeda buat 4 orang. Po ya ndak kasian sepeda-ne. Menanggung beban 4 orang.
Tapi ngomong2, sepeda federal kok gambar-e sepeda onta (menucurt bahasa kudus)?
mesak ne yo Mas.. sepedahnya.. duuh..!
berkunjung kembali, lihat sepedah rontok
itu namanya sepeda paling menderita didunia Kang..
untung gak bisa nangis ya..
hahaha geger tah sepeda menangis oom
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
stempelnya selalu dibawa kang
sepeda di pinggir sawah bagus banget fotonya
wah de Cas juga ikutan kontes sepeda kenangan yaa… sukses dech… aq mah takut naek sepeda onthel yg kek gtu… ketinggian…hehehe…
Kunjungan lagi Kang… Piss
tenang… ntar kalo menang festival, minta hadiah sepeda dari Mr. Zipoer aja… selamat and sukses…
sedj
sukses untuk kontesna
berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih
ngalongok sohib ieu kangeeeen
smoga sukses ya broo dalam kontes nya
salam
Kang ka mana wae ? Tos lami teu papendak. Tapi sok we ari sibuk mah.
Nu penting mah cageur tur bener.
Mangga ah.
jalan2 dini hari kang cas,..
sambil ngelihat sepedanya kan cas
jalan2 pagi