Quantcast
Wednesday, March 10, 2010

Site Search

Archive for the ‘Kontes Nulis’ Category

Satu Tahun DIATASAWAM

Adakalanya ketika kita menulis atau menjabarkan sesuatu, sengaja dibuat panjang lebar atau membuat pembaca diajak berputar-putar dahulu sebelum sampai ke inti persoalan. Terus terang saja itu adalah gaya saya dalam menulis, :lol: tujuannya ya biar kata disebut pintar menulis atau sekedar untuk memenuhi target minimal 200 kata dalam setiap artikel. He he he

Ini saja belum apa-apa sudah diajak muter2… :lol: Inti persoalannya kali ini saya ingin berbagi opini tentang satu blog yang saya anggap sangat-sangat padat berisi disetiap artikelnya. Konten yang dimuat ada diseputar dunia internet dan embel-embel didalamnya, seperti pembahasan terperinci produk-produk Google, Yahoo, Facebook, Twitter dan banyak lagi. Mantap deh pokoknya, salah satu blog tempat rujukan saya ketika membutuhkan tutorial “barang baru” di internet. Baca lebih lanjut : Satu Tahun DIATASAWAM

Kurang Dari Sebulan Sepeda Baruku Rontok

Balik ke masa lalu di hampir penghujung tahun 90an, tepatnya tahun 1998. Usiaku masih 15 tahun dan sedang asik-asiknya belajar di bangku SMP.  Sekolahku disana hanya ada di kecamatan, sementara aku tinggal di desa yang cukup terpencil. Setiap hari pergi ke sekolah dengan berjalan kaki kurang lebih 8 km pulang dan pergi. Cukup melelahkan, belum lagi kalau cuaca panas sekali, atau tatkala musim hujan tiba. Saya dan teman-teman terkadang basah kuyup dibuatnya.

Di tahun-tahun itu sudah banyak teman dan anak tetanggaku yang berangkat ke sekolah menaiki sepeda, yang memilik sepeda motorpun sudah ada satu atau dua orang. Hanya aku dan beberapa teman lain yang rajin jogging setiap pagi (baca jalan kaki) menuju ke sekolah. Rata-rata keluarga kami berekonomi biasa saja, terkesan sederhana, dan menumpu-kan kebutuhan keluarga dari sektor pertanian. Sehingga status bersekolah sampai tingkat SMP bisa dikatakan sesuatu yang dianggap hebat. Kami sering diajari bagaimana susahnya mencari uang. Orang tua kami terkadang men-camkan anak-anaknya untuk bersekolah dengan baik, tanpa harus Baca lebih lanjut : Kurang Dari Sebulan Sepeda Baruku Rontok

Puisi Bukan Puisi

Puisi Bukan Puisi

Sudah beberapa hari draft puisi ini tersimpan
Menanti yang punya memilih dan memilah kata nan puitis
Konon, sesekali dalam perjalanan pulang bekerja
Ditulis dan dikotorinya beberapa lembar kertas mini, kemudian buang
Dan lagi-lagi gagal

Kali inipun Ia gagal lagi merangkai kata indah
Celakanya gagal juga membayangkan wajah seseorang
Yang siapa tahu masih ada sekelebat cinta
Yang karenanya bisa ditulis disini, dilembar ini

Sampai suatu ketika tersirat cinta yang lain
Yang dengannya tak bisa meninggalkan barang sejenak
Pagi sore dalam benak
Hujan badai tak terhirau sedikitpun, kecuali…
Mungkin koneksi internet terputus

Yah, sedikit banyak kini telah ada cinta,
Di blog yang sangat-sangat sederhana ini
Pada apa yang telah dilakukannya selama ini
Juga karena Sahabat
Yang diam-diam menumbuhkan Cinta itu….

Terima Kasih
Cas On The Blog – 2009

Persembahan Untuk Parade Puisi Cinta yang diadakan oleh Pak De Cholik. Inspirasi HTML metaMARSPhose