4 Alasan Atasan Meminta Lebih | Era Karyawan Dituntut Serba Bisa

2009 September 11
by casrudi

buruhAdakah karyawan yang serba bisa? Karyawan yang saat diminta melakukan sesuatu oleh atasannya secepat kilat Ia laksanakan, apapun pekerjaannya.

Saya kira tak akan pernah ada karyawan yang serba bisa. Bisa dalam artian menguasai semua elemen bidang pekerjaan yang relevan dimana Ia bernaung dalam satu perusahaan.

Katakanlah seseorang bekerja sebagai montir di sebuah bengkel motor. Kapasitas kerjanya pasti di seputar oprek-oprek atau memperbaiki kondisi motor pelanggan yang datang. Enggak mungkin kan kalau Ia turut terlibat dalam pembelian onderdil/sparepart, promosi, atau yang lebih extrim lagi betindak sebagai kasir. Idealnya kerja si montir di seputar servis dan perbaikan kerusakan, namun adakalanya atasan menuntut meminta montirnya untuk melakukan pekerjaan lain di luar keahliannya.

Saya yakinkan pasti ada atasan seperti itu. Buat sebagian karyawan ini bisa diterima sebagai perlakuan negatif karena merasa dipaksa “kerja rodi”. Sebaliknya bagi sebagian karyawan lainnya justru sikap atasan seperti itu sebagai satu tantangan untuk bisa lebih berkembang.

Perbedaan persepsi seorang karyawan terhadap sikap atasannya seperti disebutkan diatas, menurut saya yang masih “hijau” lebih berdasar pada sudut pandang karyawan. Sudut pandang yang mana? Sudut pandang ketika seorang karyawan menelaah alasan atasannya berlaku demikian.

1. Alasan pertama untuk mengepress cost perusahaan, daripada merekrut orang baru mending memberdayakan karyawan yang sudah ada. (Efek buat karyawan : Merasa dipaksa bekerja rodi)

2. Alasan kedua atasan menginginkan karyawan-karyawannya mahir disegala bidang. Contoh kasus ketika si A sedang tidak masuk kerja maka pekerjaannya bisa di ambil alih oleh si B walaupun bidang kerjanya berlainan. (Efek buat karyawan : Memungkinkan ketidakikhlasan dalam bekerja)

3. Alasan ketiga atasan menghendaki karyawannya super ahli disegala bidang. Sasarannya untuk bekal di masa datang kemudian dipergunakan untuk perusahaannya yang sekarang atau kelak jika sudah pindah perusahaan. (Efek buat karyawan : Enjoy ajaaa… Tak ada skill yang tak berarti) :lol:

4. Ini yang sedang saya alami sekarang, alasan ke empat karena pekerjaan belum sampai pada waktunya. Pada pembuatan PLTU Batam saya diperuntukan menangani bidang listrik, berhubung masih dalam tahap pengerjaan pondasi maka setidaknya saya diharuskan menguasia ilmu civil (baca sipil). (Efeknya buat saya : Lumayan stress… Hehehe)

Karena saya belum pernah menjadi seorang atasan maka ketiga alasan diatas mungkin benar mungkin juga salah. Seandainya benar maka sudut pandang yang manakah yang ideal untuk seorang karyawan? Silahkan berasumsi menurut pengalaman atau cerita ayah, saudara, teman dll.

Yang pasti saya sering mendengar keluhan dari seorang teman, Ia katakan tak betah bekerja di perusahaan anu karena bos nya sering menyuruh ini dan itu diluar skup kerjanya. Saya bilang itu bagus, ketika atasan meminta seperti itu berarti ada penambahan salary dan tentunya kemampuan/skill bertambah.

Yang jadi masalah cara pandang orang suka berbeda-beda. Ada yang merasa sedang bekerja rodi, ada yang deg-degan takut kelimpahan tugas dari rekan kerja, atau ada yang enjoy aja.

^_^

Properti Gambar : @ flickr.com

PS : Untuk merefresh otak mari kita Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang. Bukan hanya kontesnya lho, tapi betul-betul mengunjungi Pandeglang yang konon banyak sekali objek wisatanya. Daripada mikirin atasan yang bawel mending lansung aja nyebur di pantai carita, air lautnya asin jernih, pemandangannya better lah segitu mah… ;)

41 Responses leave one →
  1. September 11, 2009

    makasih bos backlinknya, segera ditunggu tracback baliknya ya bos, ane aga over neh bos jadi terjun dah serpnya…hihihihihhi

    _______
    @ Moga suxes yaa… ;-)

  2. September 11, 2009

    @Kang Casrudi
    Menurut pengalaman sayah bekerja disanah-sinih, untuk pekerja wong indonesia itu “harus” segala bisa… :(

    _______
    @ Berarti bener dong yah Kang “era karyawan harus serba bisa”… :)

  3. September 12, 2009

    masih seperti kebanyakan orang mungkin…. jika harus enjoy aja pasti ada batasnya…. aku malah resign karena hal begitu…. tp karena sudah keterlaluan menurutku lho….

    salam mas…

    _______
    @ Salam kembali Mas…

  4. September 12, 2009

    jaman sekarang kita dituntut serba bisa..kalo gak begitu nanti malah kececer..hehehe
    salam kenal..
    salam rimba raya lestarii…

    _______
    @ Celakannya belum apa-apa sudah tercecer… :) Salam kembali mas/mbaq… Makasih udah mampir…

  5. September 12, 2009

    haddiiirrrrrrrr….
    nikmatin aja kang… pasti ada manfaatnya kan…
    dulu wkt pertama kerja aku jadi ass spv. tp berhubung orangnya kurang merangkap jadi operator juga sekaligus kadang memback up kerjaan atasan pula. sekarang baru kerasa manfaatnya stlh jadi manager senior… “nggak gampang ditipu ama anak buah” hahahha… karena ampe detil2nya aku paham en pernah melakukannya…

    cu…

    _______
    @ Itu kali ya efek alasan yang ke tiga, enjoy aja… :) Heuheu…
    Makasih Kang, ajarin saya jadi manager kalo begitu…. :lol:

  6. September 12, 2009

    @Kang Casrudi
    Sahur…. sahurrrrrrrrrr….
    Wilujeung sahur @kang

    _______
    @ Sumuhun, ieu oge nuju Kang… :) Hueheu… Wilujeng sahur kasadayana…

  7. September 12, 2009

    wah wah wah… wayah gini curhat kerjaan terus nih…

    kalo berdasarkan pengalaman sy pribadi – semuanya tergolong wajar. imajinasikan ketika Anda menyuruh pembantu Rumah Tangga Anda untuk beliin rokok buat Anda, bukankah beli rokok itu bukan kerjaan pembantu?

    Nah, berbagai persepsi memang bisa dijadikan bahan pemikiran yg berbeda. Ada yang menanggapinya secara positif, dan tak sedikit juga yg menanggapinya secara negatif.

    Pernahkah dalam hidup Anda terucap kata yg mirip seperti ini “Kalo bukan karena disuruh bos, mungkin sampai saat ini sy tidak pernah mengerti dengan yg namanya ilmu sipil” – harusnya pemikirannya ke arah tersebut agar lebih positif.

    Jika Anda menganggap itu sebagai beban, niscaya apa yg akan Anda hasilkan pun bernuansa negatif, mulai dari menggerutu, berkeluh kesah, karena keterusan sibuk mikirin “kerja rodi” semua kerjaan tidak ada yg selesai atau ngaret, bahkan mungkin Anda akan stack di tempat.

    Menurut saya cobalah untuk selalu “POSITIF”, berikan diri Anda nutrisi yg positif. Katakan pada diri Anda “INI ADALAH KESEMPATAN SAYA”

    woalah komeng Sakacapruk :mrgreen:

    _______
    @ Ieu yeuh nu di tanggoan ku abdi… emang beda kalau pemikiran orang yang sudah makan asam garam pengalaman… Hatur nuhun pisan masukan na… :)

  8. September 12, 2009

    yang jelas itu namanya pemberdayaan karyawan atau lebih ekstrimnya di kerjain bos. ya namanya kulie

    _______
    @ Betul mas, namanya juga kuli…

  9. September 12, 2009

    Jika ini adalah bigbosnya yang punya sikap seperti ini biasanya cenderung ada di perusahaan keluarga yang belum memiliki sistem SDM yang baik. Mirip di perusahaan saya tempat bekerja. Yang kasihan biasanya tangan kanannya yang harus pinter2 mengkondisikan agar si Bos puas.
    Jika di perusahaan yang sudah mempunyai sistem yang baik contoh kecil adalah Bank (karena harus dibuat sistem sesuai dengan aturan BI sehingga Job Desknya sudah jelas), maka sifat seperti ini adanya tidak di seorang Bos besar namun atasan yang memiliki sifat “apa-apa order”.
    Alasan yang disampaikan Kang Casrudi kayaknya ada di perusahaan keluarga ya walau berbentuk Badan Hukum seperti PT, karena tanggung jawab yang besar selalu dilimpahkan bukan berdasarkan sistem. Tetapi titah Juragan langsung.
    Jika ini positif kita nikmati aja Kang. Namun jika bikin stres dan bayaran gak jelas, evaluasi ulang, minta JobDesk yang jelas.
    Sakedik ngiring urun rembuk Kang. Hatur Nuhun. Salam

    _______
    @ Alasan yang disampaikan Kang Casrudi kayaknya ada di perusahaan keluarga ya walau berbentuk Badan Hukum seperti PT, karena tanggung jawab yang besar selalu dilimpahkan bukan berdasarkan sistem. Tetapi titah Juragan langsung.

    # Tepat sekali Kang, itu yang saya maksud dari cerita ini. Perusahaan keluarga yang mencakup semua elemen.
    - Penyediaan barang (PO) : Oleh PT A
    - Konsultannya : Oleh PT B
    - Kontraktornya : PT C
    - Ownernya : Atas nama PT D
    PT A, B, C, D saham mayoritasnya di kuasai oleh satu keluarga. Disinilah Titah Juragan berlaku, saat di PT A belum jalan pekerjaanya, dapet lemparan pekerjaan dari PT B. dst…

    Jika ini positif kita nikmati aja Kang. Namun jika bikin stres dan bayaran gak jelas, evaluasi ulang, minta JobDesk yang jelas.
    # Terima kasih urun rembuknya Kang, insha Alloh saya pertimbangkan…

  10. September 12, 2009

    Atasan cuma punya 2 pasal.
    Pasal ke1: Atasan tidak pernah salah.
    Pasal ke2: Jika salah, kembali kepasal 1.
    Sebagai karyawan jangan pernah kecil hati bila mendpt pekerjaan yang bukan bidangnya.
    -Pertama: Usahakan selalu kerja tim, meski si A berhalangan toh bisa tetap kontak via telepon untuk trik pekerjaannya.
    -Kedua: Jangan pernah merasa pinter sendiri, berbagilah dg sesama karyawan.
    -Ketiga: Enjoy apa yg dilakukan.
    -Keempat: Bersyukur.
    -Kelima: Gaji bulan depan traktir aku ya…. :-)

    _______
    @ Huaaaaa ha ha… Yg terakhir itu lho Kang, kita makan di sate kambing yang depan Mahkota Cibeureum itu… :D
    Hatur nuhun urun rembuk na Kang, katampi pisan…

  11. September 12, 2009

    bagi aq,,itu sama aja kerja rodi,,
    Mel ga suka kalo atasan begitu

  12. September 12, 2009

    namanya juga atasan,,
    kalo ga mau diperintah ama atasan ya mending berwiraswasta aja

    _______
    @ saya juga mau berwiraswasta, tentu kalau semuanya sudah memungkinkan… :)

  13. September 12, 2009

    itu perudsahaan swasta ya kalo pns gimana?
    _______
    @ Sepertinya untuk PNS aman-aman aja Mas… :)

  14. September 12, 2009

    yah, semua kembali pada kebutuhan dan sikap masing2. kalo diriku, kerja dinikmati aja dalam kondisi apapun. yg namanya nyari nafkah, pasti ada tantangan tersendiri

    _______
    @ Oke deh Om, makasih masukannya… :)

  15. September 12, 2009

    Yah… yang namanya kerja kadang memang begitu mas… sering si atasan memberikan perintah tanpa melihat kapasitas kerja kita. Kalo memang masih ada waktu luang sih nggak apa2, tapi kalo sudah over beban kerjanya tapi masih tetep ditambahi ya…. KBGTN BGT (kebagentan banget)… :)

    _______
    @ Beban sih ndaq terlalu banyak Mas, hanya harus mendalami disiplin ilmu lain mulai dari NOL…

  16. September 12, 2009

    Wah enakan jadi PNS aja lah…

  17. September 12, 2009

    begitulah atasan pada umumnya, meminta lebih dari kita! tapi gajinya nggak dilebihin????????? cuape dech…..tapi ambil sisi positifnya aja kali ya????? dan semua tergantung manusianya juga………. begitulah hidup?

    _______
    @ Betul Mas Ry, begitulah hidup… :)

  18. September 12, 2009

    kalau tambah kerjaan .. apalagi dituntut untuk serba bisa dan diiringi dengan peningkatan renumerisasi sih gak apa .. pasti bawaannya enteng saat ngerjainnya ..
    tapi kan kenyataannya .. tuntutan dan penghargaan gak sejalan, tuntutan tiap saat naik ..penghargaan ya datar2 aja ..
    kalau dilihat dari skill sih emang jadi tambahan ilmu, tapi untuk yang sudah berkeluarga dan berumur rasanya renumerisasi menjadi point teratas dari pengharapan yang dibuat ..

    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    _______
    @ Saat ini belum “berkeluarga”, pada saatnya nanti saya pasti megutamakan faktor renumerisasi… kalo ga salah maksudnya gaji kan Mas?… :) itu pasti

  19. September 12, 2009

    emang betul jaman sekarang mah harus serbasejarah .. ups .. serba bisa :)

    _______
    @ Ha ha ha… Kang Cepot tiasaan euy… :D

  20. September 12, 2009

    Salam Sob…
    Kalau aku sich enjoy aja…
    Terserah bidang apa aja yg penting bisa menambah skilku, lagian fullus juga nambah, ngapain nolak????

    Ini bener2 yg sedang aku jalanin sekarang : jadi designer lah, jadi IT lah, Op. Warnet lah, Game Online dlll, aku jalanin semua dengan Happy

    _______
    @ Manteeeep… :P

  21. September 13, 2009

    wew… curhatan yg bagus. bisa dijadikan ulasan keren ginih. maap baru bisa main2 kak. :)

    *sekarang blog sy udah apdet kok. :) *

  22. September 13, 2009

    @Kang Saka
    semuanya tergolong wajar. imajinasikan ketika Anda menyuruh pembantu Rumah Tangga Anda untuk beliin rokok buat Anda, bukankah beli rokok itu bukan kerjaan pembantu?
    ____________________
    Masalahnya si boss tara mere rokok, kalau menyuruh rutin…hehehe… :mrgreen:

    ____________________
    @ Gimana nih Kang saka?… Hehehe… :mrgreen:

  23. September 14, 2009

    Kalau gak mau ya, jadi atasannya aja.

  24. September 14, 2009

    Assalaamu ‘Alaikum
    Selamat Pagi !!!
    Pagi ini Abifasya menyapa sahabat dengan penuh kerinduan,
    Mari sambut hari senin ini dengan penuh keceriaan dan harapan untuk senantiasa mendapatkan Ridla Allah, awali langkah kita saat hendak barangkat kerja dengan “Bismillah”, semoga Allah menjadikan langkah-langkah kita sebagai amal shaleh.
    Dan jangan pernah berkata : “Aku Benci Hari Senin”
    Salam Ramadlan penuh Berkah.

    _______
    @ Hatur nuhun Kang Abi… :P enjing-enjing tos kreatif…

  25. September 14, 2009

    Jalan-jalan menyampaikan info mengenai penyelenggaraan Seminar Mengenai Penggunaan Facebook dalam Bisnis. Info lengkap baca aja diblog saya. Thanks…

  26. September 14, 2009

    Wajar kalau atasan pengin gituan, kan biar kerja nya beres dana dapat dipertanggungjawabkan

    salam mampir ke blog kami

  27. September 14, 2009

    aku setuju pada point dua dan tiga asal sang karyawan merasa enjoy dan senang. maka pendekatanya harus sesuai

  28. September 14, 2009

    Tiap instansi kan ada job description yang mengatur siapa berbuat apa. Itu yang harusnya dipedomani. Namun kembali lagi ke Indonesia, bos kadang mau enaknya sendiri. Bagi dia yang penting tugas kantor beres. Padahal tidak semua karyawan adalah tenaga-2 generalis, yang bisa mengerjakan apa saja.Untuk pekerjaan tehnis tampaknya agak sulit dikerjakan oleh siapa saja.

    Jika bos ngajak kerja rodi maka ia harus memberikan imbalan yang sepadan kepada karyawannya.

    Salam hangat dari Surabaya mas.

  29. September 14, 2009

    wew.. ternyata ngiri ya kang pengen dikasih buku juga ma pakde cholik. :D

    btw, pulkam kapan?

  30. September 14, 2009

    haddirrrrrrrrrrrrrr…..

    hehehhe…. sama2 belajar….

    cu…

  31. September 14, 2009

    hehehehe…go bang cas, go bang cas go…..

  32. September 15, 2009

    bagi saya yang penting itu apdeeeeeeeeeetttttt :mrgreen:

  33. September 15, 2009

    Saya mengucapkan, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriah, 2 minggu saya mudik ke kampung halaman tercinta, ^_^…V terima kasih sobat miss you

  34. September 15, 2009

    Atasan yg memberi perintah di luar job desc, nggak ada kata lain, apapun alasannya, saya cuma bisa bilang, wahai para atasan, itu adalah SALAH.
    Kecuali anda, wahai atasan, mendiskusikannya terlebih dulu dgn bawahan anda, dgn catatan tidak memberatkan bawahan.

    Tinggal bagi si bawahan bagaimana menyikapi KESALAHAN atasannya itu.

    Satu sisi, itu peluang.
    Manfaatkan peluang ini sebaik2nya. Tapi hati2, bawahan bisa terjebak utk mengikuti terus apa pun perintah atasan, ujung2nya justru banyak pekerjaan yg tercecer. Bawahan harus pintar2 menilai kemampuan, dan juga mempelajari trik2 menghindar dari sebuah perintah atasan yg tidak sanggup dikerjakan, sedemikian rupa sehingga dia tidak dinilai negatif oleh atasan. Gimana caranya? Bisa dgn kata2 halus, bisa dgn mengalihkan perhatian atasan, dll, perlajari juga dari rekan kerja yg pintar dalam hal ini.

    Sisi lain, itu adalah beban
    Wajar, karena perintah itu di luar job desc. Tapi hati2 juga, jangan terlalu mudah langsung menolak apa pun perintah atasan di luar job desc, karena bisa2 mental anda jadi terbelenggu dan nggak berkembang. Sekali lagi, lihat kemampuan anda. Kalau masih bisa anda handle, jangan terlalu merasa dibebani, kerjakan saja, ambil sisi positifnya. Kalau nggak mampu, bilang terus terang, dgn alasan yg rasional dan diskusi yg baik dgn atasan. Jangan sampai anda terkesan pemalas.

    Kesimpulannya?

    Jadilah karyawan cerdas, bisa membaca situasi, dan pandai memanfaatkan peluang. Jangan cuma jadi ‘karyawan biasa’.

    Seseorang bisa berubah dari bawahan jadi atasan, bila pemilihan atasan berasal dari bawahan2 yg ada, karena si bawahan itu bukan ‘karyawan biasa’.

    ——————————————————–
    catatan:
    Semua keterangan tersebut diambil dari…
    dari mana yak? walah… ngaraaaaaaaannnggg….. :lol: :lol: :lol:

    .

  35. September 15, 2009

    para BOS di Kita emang seperti itu ya Kang Cas?
    … Padahal sy pernah dengar kalo karyawan yg serba bisa biasanya kurang profesional, karena pekerjaannya yg multi.:)
    *ga nyambung nya?*

  36. September 15, 2009

    Wilujeng Shaum we kang.

  37. September 15, 2009

    Hehehe… maklum lah. Krisis global. Jadi sebisa mungkin menghemat cost :D

  38. September 15, 2009

    ada guyonan untuk karyawan seperti itu, ia mengeluh dalm bahasa inggris : little..little me… salary no up-up (dikit2 gue… gaji kagak naek2)…
    banyak bos yg salah memperlakukan anak buah. begitu si anak buah ini beres mengerjakan sesuatu tugas..ia akan diberi terus tugas yg lain..

  39. October 6, 2009

    Saya mau sedikit comment bos…
    dalam hal ini saya setuju setiap orang banyak persepsi, menyangkut hal soal kerjaan saya punya pemikiran bos, setiap karyawan punya job base masing – maasing, kenapa harus mengerjakan yang lebih, hal ini akan memberikan dampak pada qita, kalau perusahaan memeberikan lebih ga maslah, maaf nech persepsi saya bukan hitung2an sama bos, cuman mau pake bahsa profesional aja,,saya mw kasih ilustrasi,,ada seorang yang kerjanya hanya bikin tea (job base) dan tea nya enak sekali bos menikmati, suatu saat dia bikin kopi yang jauh lebih enak dan si bos melihat dan ingin merasakan jg ternyata yahuud,,apa yang terjadi si orang itu selalu disuruh buat tea dan kopi jg, ada kerjaaan baru buat kopi yang jelas2 ini bukan jobnya, yang terjadi si orang itu selalu sibuk dengan tambahan kerja baru itu,,

    sekarang
    apakah bos ber[ikir dengan komitmen job base?
    dari segi cost perusahaan diuntungkan,,tapi bagi karyawan apa yang terjadi kalo perusahaan ga memberikan lebih jg?

    intinya biarn aja apa yang kita tahu mengalir bos tahu ga masalah tapi kita bekrja profesional apa yang jadi job base kita,,

    dan yang ditakutkan disni adalah bos yang memanpaatkan karyawannya, terlebih kalo karyawan tahu lebih..

    biarkan bos tahu kemampuan kita tapi jangan kita tunjukan untuk mengerjakan pekrjaan yg bkan kerja kita,,,biarlah bos menawarkan yang lebih buat kita,,,

    semakin hebat bekerja sekalipun membuat tea, dan sampai menemukan cita rasa baru tea itu, karir adda didepan mata kita (ahli)….

    sukses karir bukan ditentukan oleh banyak apa yang kita kerjakan, semua dikerjakan sukses karir buat saya, bisa bekerja komitmen,integritas, professional…..

    Tahanks…maaf bahsana kacau maklum ga bisa nulis nech..

  40. October 24, 2009

    Kalau aku sich dituntut serba bisa yah ga apa-apa, yg penting tidak dengan pemaksaan dan ada fasilitasnya itung itung belajar juga, nambah pengalaman…

Trackbacks and Pingbacks

  1. kangBoed » Selamatan yang Sukses

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS